PIT STOP TRAINING – CAMP TRO

I. Praulas.

Pernahkah anda memperhatikan ketika seorang bayi baru di lahirkan..?, sekilas mungkin biasa sr jika seorang bayi baru di lahirkan pada umumnya, jika bayi tersebut di lahirkan dalam keadaan sehat maka bayi itu akan menangis sekeras dia mampu dengan tubuh merah telanjang dan mata terpejam. Namun pernahkah anda menyadari bahwa seorang anak bayi yang baru di lahirkan syarat memiliki makna..?. Apa saja makna tersebut tentu mempunyai beragam jawaban, yaitu salah satunya jika anda sependapat adalah bahwa si Bayi kaget dengan dunia baru yaitu dunia, atau si bayi sedang mempromosikan dirinya bahwa dirinya tidak dalam keadaan nyaman yang harus di bersihkan atau di berikan selimut agar lebih hangat, dan mungkin anda memiliki jawaban sendiri.

Lebih daripada jawaban tersebut saya mengajak anda berfikir dan menyimpulkan bahwa kondisi si bayi saat itu adalah dalam keadaan tak berdaya, tak dapat melakukan apapun kecuali menangis dan meronta-ronta semampunya. Lalu apa maksud dari situasi tersebut.

Seorang bayi yang di lahirkan tidak pernah sama secara keseluruhan dengan bayi manusia lainnya baik dalam rupa ataupun proses saat di lahirkannya, itu adalah salah satu di antara fenomena lainnya adalah bukti kebesaran Tuhan yang takkan satupun makhluk dapat menandinginya.

Lalu pertanyaannya adalah kembali kepada diri anda, pernahkah anda ingat apa dan bagaimana dengan diri anda, ketika anda baru di lahirkan atau mungkin saat proses anda baru di lahirkan…???. Mungkin anda akan menjawab ini adalah pertanyaan aneh dan lucu serta tak masuk akal karena mana mngkin seorang bayi yang baru di lahirkan memiliki kemampuan berfikir…???. Tepat…!, namun pernahkah anda menyadari ketika anda seperti sekarang ini adalah notabene berasal dari bayi tersebut….???, yang semula anda sendiri pun tidak tahu siapa dan bagaimana sebelumnya.

Kita tak pernah tahu atau menawar sebelumnya akan di lahirkan seperti apa kita baik itu secara fisik dan spesifik hidung, wajah, postur tubuh, kulit, rambut, dan secara detail lainnya. Atau pernahkah anda pernah menyadari dan berpesan sebelumnya telah di lahirkan dari rahim ibu anda dari hasil perkawinan ayah anda..?, di sebuah tempat seperti mau anda dengan iklim dan bahasa serta pertanyaan-pertanyaan lainnya yang takkan pernah dapat anda siapkan sebelumnya.

II. Syukur & Ikhlas.

Jawaban dari kesemua pertanyaan tersebut adalah anda tentu menerima dengan keadaan yang di berikan kepada anda saat ini, dan tanpa anda sadari jika anda telah menerima keadaan tersebut anda telah melakukan sikap yang sangat terpuji dan bijak yaitu “syukur & ikhlas”.

Bersikap syukur dan ikhlas adalah sangat baik kita lakukan, karena artinya anda sudah menyadari siapa dan bagaimana diri anda. Dengan menerima siapa diri anda tentu anda akan memulai untuk melakukan sesuatu dengan diri anda sebagai apa dan bagaimana, satu contoh adalah ketika anda akan melamar pekerjaan di suatu tempat anda tentu akan menuliskan biodata sebagai siapa dan bagaimana anda seperti nama anda, pendidikan, dan pengalaman kerja anda, serta menurut analisa anda apakah anda akan di terima atau tidak serta mampukah anda bekerja di perusahaan tersebut sesuai dengan siapa dan bagaimana diri anda. Atau apapun yang berkaitan dengan siapa dan bagaimana diri anda tentu anda yang tahu sendiri bagaimana kemampuan anda seperti saat anda tengah jatuh cinta kepada seorang pujaan hati tentu sebelumnya anda mengukur diri siapa dan bagaimana diri anda, begitupun dalam situasi sosial lainnya apakah anda akan dapat membawa diri dengan siapa dan bagaimana diri anda.

Seorang yang sukses bukanlah dari faktor keturunan atau permanen. Seorang yang sukses adalah seorang yang telah melakukan sesuatu dengan sabar, tulus dan ikhlas. Pada tulisan saya sebelumnya adalah segumpal daging dalam dada manusia yang menentukan kehidupan adalah “hati”. Tulisan yang merujuk pada sebuah pesan yang telah di tuliskan jauh sebelumnya tentang bagaimana sebuah “hati” yang tak seorang pun dapat melihat dengan mata telanjang namun dapat mempengaruhi jiwa manusia itu sendiri. *baca tiga unsur kehidupan -CAMP TRO.

 

III. Tenang & Fokus.

Mengapa “Hati” menjadi sebuah pengaruh sebuah kehidupan…?.

Ada pepatah yang sering saya dengar pada saat saya sekolah dasar yaitu “min sana in korpore sano, yang artinya dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula, benarkah demikian…?, saya meragukan pepatah tersebut.

Ketika seseorang mengalami permasalahan keluarga, percintaan, pergaulan, ekonomi, atau lain sebagainya, apakah orang yang mengalami tekanan fikiran tersebut berselera untuk makan?, atau nyaman ketika sedang melakukan pekerjaan ataupun tnlingkungan sekitar…?, jawabannya adalah orang yang mengalami himpitan masalah tentu dalam kondisi jiwa yang tertekan, maka tentu akan sangat di ragukan dengan tubuh yang sehat tersebut memiliki jiwa yang sehat. Atau tidakkah anda melihat seorang yang mengalami gangguan jiwa karena tubuhnya sehat…?, mungkin dalam penjabaran ini anda akan sependapat dengan saya bahwa dalam tubuh yang sehat belum tentu jiwanya sehat, atau jika demikian tentu pepatah tersebut kita balik yaitu “dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat pula”. Artinya ketika seseorang yang memiliki rangkaian permasalahan kehidupan, hendaklah tetap tenang & fokus dalam menyelesaikan setiap rangkaian permasalahan yang tengah kita hadapi.

Pada paragraph sebelumnya kita membahas tentang seseorang yang sukses bukanlah karena faktor keturunan dan secara permanen akan mengalir. Namun pada paragraph ini menyebutkan demikian pula “seseorang yang cerdas secara hakekat pun bukan pula karena faktor keturunan dan mengalir secara permanen”.

Kita tarik contoh si Bondan, memiliki kedua orang tua kekurangan secara ekonomi dan tidak memiliki kecerdasan karena si bapak hanya mampu bekerja sebagai buruh dan tak mampu bekerja dalam bidang manajerial dan si ibu hanyalah seorang ibu rumah tangga saja. Namun si bondan mampu mendapatkan juara kelas ketika di sekolah dasar hingga ke sekolah menengah. Banyak teman yang simpati kepada bondan karena kecerdasannya, meskipun bondan berasal dari keturunan orang tua tidak mampu dan tidak cerdas.

Meski bondan tak memiliki keturunan yang kaya dan cerdas, namun kedua orang tua bondan memiliki sifat yang baik yaitu selalu mengajarkan kepada bondan nilai2 jujur, disiplin, tanggung-jawab, sehat, rajin, kerja-sama, dan fokus adalah bentuk dasar kepribadian yang sukses (Character building). Dasar itulah yang membuat bondan semakin kuat tekadnya untuk belajar dan belajar meskipun kondisi himpitan masalah hidup kedua orang tuanya kerap mengganggu bondan dalam proses belajar, satu contoh suatu ketika di sekolah mewajibkan muridnya membeli sebuah buku pelajaran, bondan tak mampu membelinya karena kedua orangtuanya sedang tak memiliki uang untuk membeli buku tersebut, padahal pelajaran tetap bergulir. Dengan bekal nilai2 yang di ajarkan oleh kedua orang tuanya maka bondan mencari cara bagaimana agar bondan tetap mengikuti pelajaran meski tak mampu membeli buku pelajaran tersebut. Mulai dari meng-copy buku pelajaran temannya atau saat kini bisa saja browsing dari internet dan lain sebagainya cara untuk mendapatkan ilmu dari buku pelajaran tersebut.

Ada banyak macam persoalan yang di alami bondan dalam proses berprestasi tersebut, namun bondan tetap dapat menghadapi dengan baik sesuai nilai2 yang di ajarkan kedua orang tuanya tersebut hingga terus berprestasi di sekolah menengah atas sebagai juara kelas dan mendapatkan bea siswa ke perguruan tinggi. Ketika masuk ke dalam sebuah lingkungan perguruan tinggi, di mana bondan yang tengah beranjak dewasa, bondan mengalami siklus kedewasaannya yaitu sebuah perasaan cinta. Bondan menyadari siapa dan bagaimana dirinya hanyalah seorang keturunan orang kurang mampu dan kedua orang tuanya bukanlah seorang pembesar yang notabene hanyalah seorang buruh. Namun perasaan cinta tak mampu di pungkiri, karena si gadis pujaan hati nan cantik jelita, keturunan orang kaya dengan keadaan ekonomi serba ada, baik dan rendah diri, dan menjadi primadona di kampus tersebut, serta sangat mengagumi sosok bondan yang cerdas itu. Bondan tak mampu menahan hati hingga terjalinlah kisah asmara antara bondan dengan gadis primadona tersebut sebutlah bernama Ayu.

Masuklah kisah asmara tersebut dalam sebuah adegan baru yaitu adaptasi. Di mana satu contoh Bondan yang belum pernah mengunjungi sebuah restoran mewah, mulai belajar membiasakan diri masuk ke dalam restoran dengan lingkungan dan tata krama orang menengah ke atas seperti kebiasaan Ayu pujaan hati bondan. kemudian adaptasi lainnya ketika Ayu mengajak bondan menghadiri sebuah pesta, bondan harus memakai gaun pesta seperti kemeja mewah dan stelan jas yang baik seperti pakaian lelaki undangan pesta, yang pastinya membutuhkan uang banyak untuk membeli stelan pakaian pesta itu. Hingga pada akhirnya masuklah kisah asmara bondan dan ayu di mana kedua orang tua ayu tak menyetujui hubungannya dengan bondan, karena bondan adalah keturunan anak orang kaya dan bodoh.

Singkat cerita putuslah kisah asmara antara bondan dan ayu membuat keduanya menjadi frustasi dan kecewa dengan keadaan. Perlahan bondan yang biasanya rajin belajar membaca mata kuliah, setelah kejadian putus dengan ayu saat itu hanya sibuk mempelajari bagaimana cara cepat menjadi orang kaya. Biasanya menjelang malam bondan sibuk mengulang lagi pelajaran2 yang di dapatkan hari itu, bondan kala itu hanya sibuk melamun merindukan seorang ayu pujaan hati.

Bondan pun memutuskan bekerja di sebuah perusahaan, hingga setiap bulan mendapat gaji untuk memenuhi kehidupan mewahnya. Bulan terus berlalu hingga masuklah bondan pada kisah sibuk bekerja dengan mempunyai uang hasil jerih payahnya sendiri, sehingga lupalah bondan dengan tugas kuliahnya bahkan sering bolos kuliah karena lebih mementingkan pekerjaannya. Pada akhirnya bondan pun di keluarkan dari kampus dan di berhentikan hak bea siswanya.

Bondan terus bekerja, namun tahun demi tahun bondan tak mampu memperbaiki jabatannya karena terkendala dengan sertifikasi pendidikan, di mana perusahaan tersebut memberlakukan karyawan di perusahaan tersebut dengan ijazah minimal S1 sesuai jabatan masing2. Karena bondan tidak memiliki standard peraturan perusahaan tersebut, sementara perusahaan tempat bekerja tersebut semakin maju, perlahan posisi bondan terus tergeser dengan pendatang baru. Meskipun bondan lebih mampu dalam bekerja, namun bondan tak mampu memenuhi permintaan perusahaan terebut yaitu harus bergelar sarjana.

Kejenuhan, kekecewaan, dan putus asa terus terjadi pada diri bondan, hingga keadaan tersebut di perhatikan oleh seorang pimpinan perusahaan dengan akumulasi bondan tidak dapat lagi bekerja sesuai dengan standard of procedure perusahaan tersebut, hingga akhirnya bondan pun di berhentikan dari perusahaan tersebut tanpa pesangon dan hak lainnya.

Kekecewaan makin meradang dalam diri bondan, dimana bondan bondan yang dahulu baik dan cerdas kini sudah berubah jadi pribadi yang baper. Sendiri, dengan tuntutan ekonomi di mana bondan harus tetap akan dan membayar uang sewa rumah setiap bulannya, dan kebutuhan hidup lainnya yang tak mampu bondan cukupi, sementara bondan sudah tidak mendapatkan lagi penghasilan setiap bulannya. Bondan pun jatuh sakit dan kembali kepada orang tuanya yang miskin.

IV. Pit Stop.

Sebagian kisah seorang Bondan mungkin saja pernah pada diri kita meski beberapa adegan dan situasinya berbeda. Dan kisah seorang bondan juga mungkin pernah di alami oleh para pemimpin besar kita di Indonesia, dan mungkin saja oleh para pemimpin dunia. Kisah seorang bondan tersebut hanyalah contoh sebuah cerita yang sering terjadi dalam kehidupan sosial, namun saya hanya menyimpulkan dan menggarisbawahi sebuah kejadian umum dimana ketika kita dalam keadaan terjatuh mampukah untuk kembali lagi…???. Pada judul paragraph ini saya menuliskan PIT STOP.

Apa itu Pit Stop…?, adalah sebuah sebutan dalam sebuah arena balapan, di mana setiap pembalap setelah melakukan sekian lap/putaran lomba harus berhenti di sebuah PIT STOP untuk mengisi bahan bakar/minum, mengganti ban, atau memeriksa kendaraan/tubuh dan sekedar mendinginkan atau meregangkan mesin/tubuh. Sehingga setelah dari Pit Stop ini kendaraan akan menjadi lebih baik lagi untuk melanjutkan lomba di sisa lap tersebut.

Dalam kehidupan begitupun dengan manusia sangat membutuhkan sebuah pit stop. Setelah seharian kita melakukan kegiatan, maka setiap manusia sangat membutuhkan istirahat yang cukup setiap harinya. Istirahat yang paling baik dalam istilah medis adalah tidur, dengan kwalitas dan waktu yang cukup pula untuk tidur.

Ketika kita tidur tak satu pun kegiatan yang mampu kita kontrol kejadiannya. Jangankan untuk memperhatikan lingkungan sekitar, memperhatikan diri kita dengan posisi tidur dan mengigau atau tidakpun kita tak mampu. Artinya, dalam keadaan tidur kita hanya melakukan sebuah sikap yang di sebut dengan pasrah.

Melanjutkan kisah cerita bondan adalah salah satu yang di harus di lakukan oleh bondan adalah sikap Pasrah. Seperti saat tidur atau masuk ke dalam pit stop. Sebuah pengajaran dan nilai2 yang belum di terapkan oleh bondan dari kedua orang tuanya. Di mana ketika kita sudah tidak mampu melakukan apapun, dan ketika kita terus melakukan aktifitas dengan fokus, maka sikap pasrah harus tetap di utamakan setiap harinya.

Dalam kehidupan setiap manusia kerap menemui grafik pasang-surut atau naik-turun dalam konteks ekonomi ataupun sosial lainnya. Hal tersebut wajar terjadi dan sering kali terjadi. Namun sikap syukur, ikhlas, dan pasrah harus terus tetap di  perankan di antara fokus. Terus semangat dan jangan pernah menyerah mengejar setiap prestasi dengan metode dan kaidah yang tepat bahwa kita hanyalah manusia yang tetap saja memiliki batasan-batasan.

Fokus bukan hanya sekedar memperhatikan sesuatu dalam mengejar target, tetapi fokus juga mengedepankan nilai2 kehidupan dimana ada yang positif dan negatif. Seseorang yang baru saja mengalami cobaan semisal krisis ekonomi yang paling umum, kerap tergoda untuk melakukan korupsi, merampas, mencuri dan lainsebagainya. Seseorang yang baru saja putus cinta kerap tergoda untuk menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri, atau meluapkan emosi menyakiti orang lain hingga membunuh. Jawabannya hanya satu yaitu tenangkan hati, serahkan semua pada Sang maha kuasa, serta terus mencoba berusaha melakukan yang terbaik, yaitu semua akan baik2 saja jika kita dekat dengan Tuhan.

Akhirnya, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, terutama bagi penulis. Terima kasih atas telah berkenan membacanya.

Salam hangat,

Asepth.

Terima kasih sangat untuk istriku Arie Sulistiani, Ibuku, kedua mertuaku, dan keluargaku serta keluarga istriku. Terima kasih untuk guru pshicology ku yang juga atasaku di astra Bp. Atok Rudi Aryanto, Bapak Almarhum Michael D. Ruslim, Bp. Hardja Wisata Ruslim, dan Bapak Djoko Setyo Utomo. Terima kasih untuk teman2 kecilku, teman band dan club motor, juga teman pecinta alam. Terima kasih terbesar untuk guru religy ku saat kecil dan dewasa yang banyak jumlahnya.

IMG-20170226-WA0033On Beach - CAMP TRO

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s